High Hills Neurosurgery

Benturan di Kepala: Tanda Bahaya yang Bisa Muncul Belakangan

Terjatuh dari motor, kepala terbentur pintu, atau terpeleset di kamar mandi. Setelah itu biasanya muncul kalimat yang sama: “Tidak apa-apa kok, cuma benjol.” Sering memang begitu. Tetapi cedera kepala punya satu sifat yang merepotkan, yaitu gejalanya tidak selalu langsung muncul.

Perdarahan di dalam kepala bisa berjalan pelan. Pada hematoma epidural atau subdural, darah menumpuk di ruang antara otak dan tengkorak, dan gejalanya baru terasa setelah beberapa jam atau hari. Pada lansia, penumpukan darah (subdural kronik) bahkan bisa baru terasa berminggu-minggu setelah benturan yang sudah terlupakan.

Tanda yang memerlukan pemeriksaan segera di IGD antara lain pingsan walau sebentar, muntah berulang, sakit kepala yang makin berat, mengantuk berlebihan atau sulit dibangunkan, bingung, dan kejang. Lemah atau kesemutan di satu sisi tubuh, bicara pelo, ukuran pupil yang tidak sama, serta keluarnya darah atau cairan bening dari hidung atau telinga juga termasuk tanda bahaya.

Setelah benturan yang tampak ringan, sebaiknya ada orang lain yang menemani dan memantau selama kurang lebih 24 jam pertama. Anda boleh beristirahat, tetapi pendamping perlu memastikan Anda bisa dibangunkan dan bicara dengan wajar. Bila ada yang sulit dibangunkan atau perilakunya tiba-tiba berubah, jangan menunggu pagi.

Sebagian kelompok punya ambang yang lebih rendah untuk diperiksa. Anak kecil, lansia, orang dengan gangguan pembekuan darah, dan mereka yang rutin minum pengencer darah seperti warfarin atau aspirin lebih berisiko mengalami perdarahan, bahkan dari benturan yang tampak sepele. Pada kelompok ini, periksa saja, jangan menimbang-nimbang terlalu lama.

Di IGD, dokter menilai tingkat kesadaran dengan skala yang disebut Glasgow Coma Scale, memeriksa pupil dan kekuatan anggota gerak, lalu memutuskan perlu tidaknya CT scan kepala. Keputusan itu berdasarkan kriteria klinis, bukan permintaan pasien, sebab pemindaian yang tidak perlu juga membawa paparan radiasi.

Gegar otak (concussion) termasuk cedera kepala ringan yang sering terabaikan. Keluhannya berupa pusing, sulit berkonsentrasi, peka terhadap cahaya dan suara, mudah lelah, dan gangguan tidur. Biasanya membaik dalam hitungan hari sampai beberapa minggu. Kembali bekerja atau berolahraga sebaiknya bertahap, dan olahraga kontak ditunda sampai dokter menyatakan aman.

Pencegahan yang paling murah tetap helm yang dipakai dengan benar, dengan tali terkunci. Helm mengurangi keparahan cedera kepala saat terjadi kecelakaan. Artikel ini edukasi umum, dan bila ada keraguan setelah benturan, sebaiknya periksakan diri.

Scroll to Top